Inspirasi dari Kawanua: Memetik harapan, pandangan, tindakan dan kisah hidup mereka yang penuh warna

Pin It

Fanesa Fadilah Tjikoe Hati yang Melayani

Fanesa Fadilah Tjikoe
 Pemilihan Kompelka BIPRA di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) akan berlangsung serentak 7 Maret  mendatang. Pelayan yang benar-benar melayani sesuai kehendak Tuhan pun pasti menjadi dambaan setiap jemaat.

Demikian harapan Fanesa Fadilah Tjikoe, warga Kelurahan Kendis Kecamatan Tondano Timur. "Itu tanggung jawab yang besar dan siapapun yang terpilih harus punya hati hamba untuk melayani," ujarnya kepada Tribun Manado, Kamis (27/2/2014).

Remaja yang baru menginjak umur 17 tahun pada 25 Februari lalu berharap pemilihan nanti berjalan lancar dan sukses. "Ini pemilihan pelayan Tuhan, bukan pemimpin negara. Jangan sampai politik mengotorinya," ujar Nesa, demikian ia disapa.

Nesa mengatakan, para pelayan khusus yang akan memilih tentu pilih sesuai dengan iman. "Minta hikmat Tuhan sebelum memilih,"ujar siswi SMA N 1 Tondano ini. Dia juga mengharapkan  nominator yang tidak terpilih tetap mendukung mendukung pemimpin yang terpilih. "Imani bahwa semua hasil merupakan yang terbaik dari Tuhan. Bukan berarti kalah tapi merupakan kesempatan untuk lebih dewasa iman dalam merespon maksud Tuhan," jelasnya.

Putri pasangan Fian Tjikoe dan Paulin Kapoyos ini  yakin pemilihan akan berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpim GMIM yang akan terus membawa berkat bagi semua orang.

"GMIM akan terus bertumbuh dengan pelayan terbaik yang dipilih Tuhan, yang benar-benar takut akanNya. Andalkan Tuhan dalam setiap keputusan yang diambil," ujar gadis yang hobi nonton film Korea ini. (fin)

Sumber: Tribun Manado 28 Februari 2014 hal 1
Pin It

Claudya Virginia Mandoya Masih Bingung

Claudya Virginia Mandoya
Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 9 April 2014 tak lama lagi. Masyarakat Indonesia  yang sudah berhak  memilih perlu menentukan pilihannya pada calon anggota legislatif (caleg). Ternyata  tak sedikit yang belum menentukan pilihan karena tidak mengenal para caleg.

Tak ayal, kebingungan pun melanda mereka. Seperti  dialami Claudya Virginia Mandoya. "Masih bingung pilih yang mana, soalnya belum ada yang kenal," ujarnya kepada Tribun Manado, Minggu (2/3/2014).

Tidak mengenal sosok caleg, membuat Mega, demikian ia disapa, masih sulit menilai kualitas mereka. Informasi yang dia dapat tentang para caleg baik untuk DPRD, DPR maupun DPD RI  masih samar-samar.  Mega akan memanfaatkan masa kampanye nanti untuk mengenal lebih dekat para caleg. "Kampanye jadi momen penting untuk menentukan pilihan," ujar gadis kelahiran Manado 2 Maret 1992 tersebut

Mega mengharapkan para caleg segera mengenalkan diri pada masyarakat mengingat makin dekat waktu pemilu. "Terlepas dari masa kampanye nanti, kampanye personal sepertinya lebih efektif,"  tuturnya.

Mahasiswi tingkat akhir Jurusan Ekonomi Akuntansi Universitas Klabat ini mengakui saat ini ada krisis kepercayaan terhadap anggota dewan karena kinerja mereka yang mengecewakan.

"Namun hal itu jangan membuat masyarakat golput. Sumbangan suara untuk pemilu tetap harus ada karena itu bagian dari kontribusi kita dalam pembangunan bangsa," ungkapnya.
Putri pasangan Bobby Mandoya dan Sherly Mamahit ini  tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk turut serta dalam Pemilu 2014. Karena beberapa detik dalam bilik suara  menentukan lima tahun hidup rakyat ke depan.  "Semoga saya tak salah pilih," demikian Mega yang hobi menggambar dan jalan-jalan ini. (fin)

Sumber: Tribun Manado 4 Maret 2014 hal 1
Pin It

Engelina Kaloh Sesuai Kata Hati

Engelina Kaloh
Sebagai warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, Engelina Kaloh

sudah mempertimbangkan siapa saja calon pilihannya. Dalam menentukan sikapnya itu  dia tidak mau diintimidasi oleh pihak manapun. "Pilih sesuai kata hati, tidak akan termakan intimidasi," ujarnya dalam perbincangan dengan Tribun Manado, Minggu (2/3/2014).

Warga Kelurahan Luaan Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa ini tidak memungkiri bahwa dewasa ini kekuatan politik sering kali menekan masyarakat terlebih para pegawai negeri sipil (PNS) untuk menentukan pilihan. 

Alhasil, siapa yang kuat dia yang menang. "Ungkapan tersebut seperti hukum rimba. Jika tak mengikuti instruksi hasilnya mutasi atau diroling," ujar wanita kelahiran Tondano 6 September 1989 tersebut

Menurutnya, sikap mengintimidasi tak baik dalam pesta demokrasi. Apalagi dilakukan oleh orang yang menduduki jabatan dalam pemerintahan. "Seharusnya mereka melindungi masyarakat, menjadi pengayom masyarakat. Jika mereka bersikap sebaliknya, ujung-ujungnya masyarakat yang dirugikan," jelas wanita yang hobi olahraga dan nonton drama Korea ini.

Engelina berharap tidak ada intimidasi politik terhadap masyarakat Minahasa sehingga Pemilu 2014 berjalan jujur dan adil. "Jangan lakukan intimidasi kepada kaum lemah, biarkan pesta demokrasi kita berjalan dengan sebenar-benarnya,"  tegas wanita dengan  motto hidup sehat ini. (fin)

Sumber: Tribun Manado 3 Maret 2014 hal 1
Pin It

Rafella de'Jeany Legrants Anugerah Terindah

Rafella de'Jeany Viouny Gaspersz Legrants
Pengalaman menjadi komisi pelayanan pemuda GMIM  selama satu periode adalah anugrah terindah bagi Rafella de'Jeany Viouny Gaspersz Legrants.

"Ada hal-hal menarik selama jadi komisi pemuda ketika kami 13 pribadi yang berbeda berusaha menyatukan visi dan misi  untuk membangun iman pemuda Koya. Pertengkaran, perbedaan pendapat sering mewarnai, tapi kebersamaan kami mampu membuat kami menjadi satu tim yang kuat.kadang pemuda Koya menjadi sulit di jangkau,tapi itu menjadi tantangan buat kami sebagai komisi," ujar Ela, demikian sapaan akrab wanita ini  kepada Tribun Manado, Sabtu (1/3).

Dia bersama anggota komisi pemuda GMIM Immanuel Koya selalu berkunjung dari rumah ke rumah untuk menjaring jiwa para pemuda kembali bergabung di setiap ibadah dan kegiatan pemuda.

"Jadi komisi itu penuh tanggung jawab sehingga saya berusaha untuk tidak lalai menjalankan tugas selama Tuhan mempercayakan saya. Pada akhirnya Tuhan tetap menyertai hingga selesai melaksanakan tugas," ujarnya.

Ela yang pandai menyanyi ini punta pesan bagi komisi yang terpilih baik tingkat sinode maupun tingkat jemaat. "Berikanlah apa yang terbaik dari kalian,karena ketika kalian memberikan yang terbaik Tuhan akan memperhitungkan itu. Jadikanlah kolose 3:23 sebagai pegangan yang kuat.

"Ingat perbedaan itu hal yang biasa karena kita punya Tuhan yang luar biasa. Selamat melayani," tambah pemilik moto carilah Tuhan maka kamu akan hidup. (fer)

Sumber: Tribun Manado 2 Maret 2014 hal 1
Pin It

Ayu Ardian Bangga Mengajar Kepribadian

Ayu Ardian
Mengubah kepribadian adalah hal yang sulit dilakukan setiap insan manusia, namun mengajar kepribadian merupakan kebanggaan dari wanita cantik bernama Ayu Ardian.

Ayu merupaka Ketua Jalasenastri Cabang VII Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) di Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Manado.

Istri dari Komandan Lanudal Letkol Laut CN Ardiantoro, senang mengajarkan kepribadian karena bisa bersahabat dengan orang yang diajarkannya. Ia mengajarkan cara beretika, berpakaian, make up, penuh keserasian, bagaimana cara menampilkan inner beauty dan lainnya.

"Apalagi saat saya berada di Ranting E Pasmarinir, terjadi perubahan signifikan tentang masalah etika, saya termotivasi bisa mengajar orang dari tidak bisa sampai bisa, bahkan lebih dari saya," tutur Ayu, Kamis (27/2/2014).

Wanita bergelar sarjana ekonomi dan magister ini mempelajari tentang kepribadian sejak 2006 silam di Jogyakarta. Putri tunggal dari pasangan Rudi Irawan dan Nuri Hedi ini memiliki banyak ide brilian. "Rencana ke depan saya akan bangun lapangan tembak di sekitar sini," ujar wanita kelahiran Bekasi 26 Juni 1976.

Ibu dari tiga anak ini butuh waktu untuk merealisasikan semua ide-idenya. "Jadi saya dan suami berkomitmen, saat saya mempunyai kegiatan, dia yang menjaga anak-anak, namun kadang dibantu oleh pekerja harian di Lanudal. Untuk memajukan juga mencerdaskan masyarakat, saya perlu dukungan dari ibu-ibu Jalasenastri serta pemerintah," demikian Ayu. (alp)

Sumber: Tribun Manado 1 Maret 2014 hal 9
Pin It

Layagita Winowatan Pecinta Anjing

Layagita Winowatan
Anjing adalah hewan sosial, tapi kepribadian dan tingkah lakunya bisa berbeda tergantung rasnya. Selain itu, kepribadian dan tingkah laku anjing dipengaruhi perlakuan yang dia terima dari pemilik dan orang-orang yang bersentuhan dengan hewan itu.

Anjing yang menerima kekerasan dari pemilik atau dengan sengaja dibuat kelaparan bisa menjadi anjing pemarah dan berbahaya. Namun, bila diperlakukan dengan lembut dan kasih sayang, anjing merupakan hewan yang menyenangkan. Begitulah yang dialami gadis pecinta anjing, Layagita Winowatan.

Dia memiliki lima ekor anjing kancingan sintzu dan pomeranian. "Saya senang dengan dogi (bahasa Manado yang artinya anjing, Red) karena di saat saya tidak ada kerjaan atau malas ke luar rumah, mereka yang setia menemani,  bertingkah lucu sampai stress hilang," ujar gadis kelahiran Tomohon 6 November 1991 itu kepada Tribun Manado, Jumat (28/2/2014).

Saat Laya pulang rumah, anjing kesayangannya sudah menanti di depan pintu rumah. Laya sangat memperhatikan kesehatan anjingnya. Setiap bulan  dia membawa hewan peliharaannya ke salon bahkan tiap enam bulan ia membawa ke dokter hewan untuk periksa kesehatan. Anjing juga rutin diberikan vaksin rabies, distemper,parvo dan lain-lain. "Tapi harus hati-hati, ada yang beri vaksin menipu, bukan vaksin tapi hanya vitamin biasa. Jadi lebih baik vaksin ke dokter hewan," saran  mahasiswi semester VIII Fakultas Kedokteran Gigi Unsrat Manado ini.

Putri dari pasangan Arnold Winowatan SH DEA dan Dra Justien Wuisang DEA ini juga rutin membersihkan kandang anjingnya. "Dan, kalau ajak anjing jalan-jalan tiap pagi, jangan biarkan dia bergaul dengan anjing yang sakit." kata Laya. (fer)

Sumber: Tribun Manado 1 Maret 2014 hal 1
Pin It

Pingkan Debora Ulus Kini Lebih Siap

Pingkan Debora Ulus
Pengalaman pertama mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS)  sangat berkesan bagi Pingkan Jeiny Debora Ulus.  Meskipun sudah lama berlalu namun pengalaman itu masih  membekas.

"Waswas sekali ketika pertama mengikuti pemilu karena harus menentukan pilihan dan memilih orang yang benar-benar mau memperjuangkan hak kita. Kalau  salah memilih dampaknya sangat besar bagi kehidupan bermasyarakat," kata Pingkan saat berbincang dengan Tribun Manado, Minggu (23/2/2014).

Gadis yang kini bekerja pada satu instansi di Kota Manado ini mengatakan, dia merasa waswas kala itu karena takut salah mencoblos. Dia juga belum sepenuhnya mengerti dan memahami untuk apa memilih dari siapa saja figur pilihan terbaik.
Kini menjelang kesempatan kedua ikut Pemilu 9 April 2014, Pingkan sudah lebih siap dan sudah mempertimbangkan pilihannya sendiri.

Gadis kelahiran Sonder, 28 Januari 1991 ini akan memilih calon anggota legislatif yang diyakini  benar-benar mau memperjuangkan hak-hak rakyat. Dalam waktu dua bulan ke depan dia akan berusaha lebih jauh mengenal para calon serta rekam jejaknya selama ini.

Secara khusus putri pasangan Jonny Ulus dan Jenny Roring ini  berharap wakil rakyat yang terpilih pada Pemilu 2014 lebih peduli pada masalah banjir dan tanah longsor yang kerap melanda wilayah Sulawesi Utara. Dibutuhkan kebijakan yang tepat agar bencana serupa tidak berulang. (kel)

Sumber: Tribun Manado 24 Februari 2014 hal 1
Pin It

Andiny Angie Tamunu Sering Temukan Upal

Andiny Angie Tamunu
BEKERJA sebagai teller di  PT Bank Bukopin Cabang Manado, Andiny Angie Tamunu selalu berkutat dengan lembaran uang setiap hari. Menemukan uang palsu (upal) yang tersisip di antara lembaran uang asli pun sudah kerap dia alami.

"Kita lupa sudah berapa kali temukan upal,  tapi paling banyak pas marak-maraknya uang palsu beredar. Kebanyakan ditemukan uang palsu pecahan 50 ribu dan Rp 100 ribu," kata Angie saat ditemui Tribun Manado di kantornya, Rabu (26/2/2014).

Berdasarkan pengalamannya, kata Angie, uang palsu kerap ditemukan menjelang hari raya keagamaan. Namun, dia  tidak memungkiri peredaran uang palsu bisa terjadi menjelang pemilu tahun ini.

Gadis murah senyum ini mengatakan bila menemukan uang palsu di teler  ia kembalikan ke nasabah, namun kalau tidak ada nasabah uang itu ditahan untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Uang palsu itu biasa disisip di antara uang asli. Kita sudah diajari cara melihat uang uang palsu. Kita langsung konfirmasi ke nasabah bahwa uang itu diragukan. Mereka biasanya sih cuma kesal dan bertanya-tanya dari mana uang itu mereka dapatkan," ujarnya.

Angie mengatakan, uang palsu yang ditemukan dibawa ke Bank Indonesia (BI) karena BI yang berhak memutuskan uang tersebut asli atau tidak. "Untuk masyarakat sebaiknya mengikuti sosialisasi atau penyuluhan tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah, apalagi kalau pekerjaan sehari-hari selalu berhubungan dengan fisik uang. Selain menyediakan alat ultraviolet untuk meminimalisir upal, pengetahuan tentang uang asli juga penting," demikian Angie. (def)

Sumber: Tribun Manado 27 Februari 2014 hal 1
Blogger Template by Clairvo