Inspirasi dari Kawanua: Memetik harapan, pandangan, tindakan dan kisah hidup mereka yang penuh warna

Pin It

Juliani Trinitasia Duta Bahasa Indonesia

Juliani Trinitasia Langi (foto riz@TM)
BAHASA berhubungan erat dengan perilaku manusia. Karakter seorang dinilai pada saat dia berkomunikasi. Pernyataan tersebut disampaikan Duta Bahasa Sulut 2012,  Juliani Trinitasia Gabriela Langi. 

"Bahasa yang kasar bisa mempengaruhi perilaku. Begitu juga bahasa yang sopan bisa mempengaruhi sikap orang berlaku sopan. Bahasa yang baik dan benar bisa mempengaruhi orang untuk berperilaku baik sesuai norma  dalam masyarakat, " kata Juliani saat kepada  Tribun Manado dalam acara Pemilihan Duta Bahasa Sulut 2012, Sabtu (22/9) malam.

Gadis kelahiran Manado, 14 Juli 1993 ini mengatakan, dalam berkomunikasi perlu tata bahasa benar agar mudah dipahami orang lain. "Selain melalui kata-kata, ekspresi wajah dan gerakan anggota tubuh juga berperan penting pada saat berkomunikasi dengan lawan bicara agar maksud kita tersampaikan dan dimengerti dengan baik,"  kata Juliani.


Anak kedua dari dua bersaudara ini mengungkapkan, bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan dan sebagai jati diri bangsa Indonesia perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 "Di kampus saya  mahasiswa datang dari berbagai suku bangsa dan bahasa, namun kami bisa dipersatukan dengan bahasa Indonesia," ujar Juliani yang hobi menari.

Remaja Teladan Putri Wilayah Manado Tenggara 2012 ini mengatakan, Indonesia terdiri dari berbagai suku yang memiliki budaya dan bahasa masing-masing. "Kita juga harus melestarikan bahasa daerah karena bahasa daerah merupakan warisan. Kita jaga dan kita jamin keberadaannya agar tidak hilang termakan zaman, " jelas Juliani yang pernah menjadi Queen SMA Negeri 1 Manado 2010.

Putri dari pasangan Grace Lowing dan Adee Langi ini menegaskan,   sebagai duta bahasa Sulut 2012  ia  berusaha menjadi model dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta mengajak masyarakat mencintai bahasa Indonesia.

"Tidak dapat dipungkiri ada sebagian suku di Indonesia menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi. Tugas saya sebagai duta bahasa mensosialisasikan pentingnya menguasai bahasa Indonesia sehingga mereka tidak kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat dari daerah atau suku yang lain," jelas Juara 1 Baca Indah Mazmur Sinode GMIM 2010 tersebut. (jhp)

Sumber: Tribun Manado 24 September 2012 hal 1

0 komentar:

Blogger Template by Clairvo